KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatakan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul ”KELAINAN PRESENTASI DAN POSISI (PUNCAK
KEPALA)“. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata
kuliah ASKEB VI PATOLOGI.
Selain itu, penyusun menyadari dalam
penyusunan makalah ini banyak kekurangan dan banyak kesalahan. Oleh karena itu
dimohon kritik dan sarannya.
Bengkulu,
30 maret 2013
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Gangguan terhadap jalannya proses
persalinan dapat disebabkan oleh berbagai factor, antara lain dengan adanya
kelainan presentasi, posisi dan perkembangan janin intra uterine. Diagnosa
distosia akibat janin bukan hanya disebabkan oleh janin dengan ukuran yang
besar, janin dengan ukuran normal namun dengan kelainan pada presentasi intra
uterin juga tidak jarang menyebabkan gangguan proses persalinan.
Saat ini tidak ada metode yang akurat untuk meramalkan
secara pasti tentang adanya.
Disproporsi
Fetopelvik baik secara klinis maupun menggunakan alat radiologis oleh sebab itu
tenaga kesehatan sangat perlu mengetahui bagaimana mendeteksi secara dini
penyulit- penyulit yang akan terjadi pada ibu hamil, ibu bersalin, dan janin.
Terutama kasus malposisi dan malpesentasi, agar tenaga kesehatan
khususnya tenaga bidan dapat melakukan penanganan yang tepat.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa Pengertian Presentasi Puncak
Kepala?
2. Bagaimana Mekanisme Persalinan Pada Presentasi
Puncak Kepala?
3. Apa Etiologi, Patofisiologi,
Diagnosis, Dan Penanganan Dari Malposisi Dan Malpresentasi Puncak Kepala?
C. Tujuan
1. Mengetahui Pengertian Presentasi
Puncak Kepala.
2. Mengetahui Mekanisme
Persalinan Pada Presentasi Puncak Kepala.
3. Mengetahui Etiologi, Patofisiologi, Diagnosis,
Dan Penanganan Dari Malposisi Dan Malpresentasi Puncak Kepala.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Pengertian Malpresentasi adalah semua
presentasi janin selain vertex,sedangkan Malposisi adalah kepala janin relative
terhadap pelvix dengan oksiput sebagai titik referensi,masalah: janin yang
dalam keadaan malpresntasi dan malposisi kemungkinan menyebabkan partus lama
atau partus macet.
Presentasi puncak kepala adalah
keadaan dimana puncak kepala merupakan bagian terendah, hal ini terjadi apabila
derajat defleksinya ringan.
Presentasi puncak kepala
adalah presentasi kepala dengan defleksi/ekstensi minimal dengan sinsiput
merupakan bagian terendah.
Presentasi puncak kepala adalah
bagian terbawah janin yaitu puncak kepala, pada pemeriksaan dalam teraba UUB
yang paling rendah, dan UUB sudah berputar ke depan (Muchtar, 2002).
Pada umumnya presentasi puncak
kepala merupakan kedudukan sementara yang kemudian berubah menjadi presentasi
belakang kepala. Mekanisme persalinannya hampir sama dengan posisi oksipitalis
posterior persistens, sehingga keduanya sering kali dikacaukan satu dengan yang
lainnya. Perbedaannya ialah : pada presentasi puncak kepala tidak terjadi
fleksi kepala yang maksimal, sedangkan lingkaran kepala yang melalui jalan
lahir adalah sirkumferensia frontooksipitalis dengan titik perputaran ().
B. Etiologi
Menurut statistik hal ini terjadi
pada 1% dari seluruh persalinan. Letak defleksi ringan dalam buku synopsis
Obstetri Fisiologi dan Patologi (2002) biasanya
disebabkan:
1. Kelainan
panggul (panggul picak)
2.
Kepala bentuknya bundar
3.
Anak kecil atau mati
4.
Kerusakan dasar panggul
Sedangkan sebab lainnya yaitu :
Penyebabnya keadaan – keadaan yang
memaksa terjadi defleksi kepala atau keadaan yang menghalangi terjadinya fleksi
kepala.
1.
Sering ditemukan pada janin besar atau panggul sempit.
2.
Multiparitas, perut gantung
3. Anensefalus, tumor
leher bagian depan.
C.
Patofisiologi
Pada
kehamilan normal, kepala janin pada waktu melewati jalan lahir berada dalam
keadaan fleksi tetapi pada kasus ini fleksi tidak terjadi sehingga kepala dalam
keadaan defleksi, jadi yang melewati jalan lahir adalah sirkumferensia
frontooksipitalis dengan titik perputaran yang berada di bawah simfisis ialah
glabella (Sarwono,2005).
Dengan
posisi seperti itu mengakibatkan terjadinya partus lama dan robekan jalan lahir
yang lebih luas selain itu karena partus lama dan moulage yang hebat maka
mortalitas perinatal agak tinggi (9%) (Moctar,2002).
D.
diagnosis
Pada
pemeriksaan dalam didapati UUB paling rendah dan berputar ke depan atau sesudah
anak lahir caput terdapat di daerah UUB.
Diagnosis kedudukan : Presentasi
puncak kepala
1. Pemeriksaan abdominal
a. Sumbu panjang lain sejajar dengan sumbu
panjang ibu
b. Di atas panggul teraba kepala
c. Punggung terdapat pada satu sisi,
bagian-bagian kecil terdapat pada sisi yang berlawanan
d. Di fundus uteri teraba bokong
e. Oleh karena tidak ada fleksi maupun
ekstensi maka tidak teraba dengan jelas adanya tonjolan kepala pada sisi yang
satu maupun sisi lainnya.
2. Auskultsi
Denyut jantung janin terdengar
paling keras di kuadran bawah perut ibu, pada sisi yang sama dengan punggung
janin
3. Pemeriksaan vaginal
a. Sutura sagitalis umumnya teraba pada
diameter transversa panggul,
b. Kedua ubun-ubun sama-sama dengan
mudah dapat diraba dan dikenal. Keduanya sama tinggi dalam panggul.
4. Pemeriksaan sinar-x
Pemeriksaan radiologis membantu dalam
menegakkan diagnosis kedudukan dan menilai panggul.
E.
Mekanisme persalinan.
Mekanisme persalinan pada presentasi
puncak adalah sebagai berikut :
a. Bagian terendah : puncak kepala
b. Putaran paksi dalam UUB berputar ke
simfisis
c. Kelahiran kepala : UUB lahir, kemudian dengan
glabella (batas rambut dahi) sebagai
hipomoglion, kepala fleksi sehingga lahirlah oksiput melalui perineum.
Lingkaran
kepala yang melewati panggul adalah cirkum fronto-occiput sebesar 34 cm,
karenanya partus akan berlangsung lebih lamadibanding pada persalinan normal
dimana diameter yang melewati panggul adalah circum suboksipitobregmatikus (32
cm).
Kepala
masuk panggul paling sering pada diameter transversa PAP. Kepala turun
perlahan-lahan, dengan ubun-ubun kecil dan dahi sama tingginya (tidak ada
fleksi maupun ekstensi) dan dengan sutura sagitalis pada diameter transversa
panggul, sampai puncak kepala mencapai dasar panggul. Sampai di sini ada
beberapa kemungkinan penyelesaiannya:
a. Paling sering kepala mengadakan
fleksi, UUK berputar ke depan, dan kelahiran terjadi dengan kedudukan occipitoanterior
b. Kepala mungkin tertahan pada
diameter transverse panggul. Diperlukan pertolongan operatif untuk deep
transverse arrest
c. Kepala mungkin berputar ke belakang
dengan atau tanpa fleksi. UUK menuju ke lengkung sacrum dan dahi ke pubis.
Mekanismenya adalah kedudukan UUK belakang menetap. Kelahiran dapat spontan
atau dengan cara operatif.
d. Kadang-kadang sekali kelahiran dapat
terjadi dengan sutura sagitalis pada diameter transversa
e. Kadang-kadang kepala mengadakan
ekstensi, dan mekanismenya menjadi prsentasi muka atau dahi.
F.
Prognosis
Meskipun
persalinan sedikit lebih lama dan lebih sukar daripada persalinan normal baik
bagi ibu maupun anaknya, prognosisnya cukup baik. Umumnya terjadi fleksi dan
melanjut ke persalinan normal (Mochtar, 2002).
G. Komplikasi
Pada ibu
dapat terjadi partus yang lama atau robekan jalan lahir yang lebih luas. Selain itu
karena partus lama dan moulage hebat, maka mortalitas anak agak tinggi (9%)
(Mochtar, 2002).
H.
Penatalaksanaan
a. Dapat ditunggu kelahiran spontan
b. Episiotomi
c. Bila 1 jam dipimpin mengejan tak
lahir, dan kepala bayi sudah didasar panggul, maka dilakukan ekstraksi
forcep
Usahakan
lahir pervaginam karena kira-kira 75 % bisa lahir spontan. Bila ada indikasi
ditolong dengan vakum/forsep biasanya anak yang lahir di dapati caput daerah
UUB (Mochtar, 2002).
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Bersadarkan pemaparan diatas kita
dapat menyimpulkan bahwa adanya kelaianan Malposisi dan Malpresentasi dapat
mengganggu terjadi persalinan, yaitu dapat mengakibatkan partus macet, dan
kematian perinatal. Oleh sebab itu tenaga kesehatan terkhusus bidan sangat
penting mengetahui bagaimana itu Malposisi dan Malpresentasi, termasuk
Etiologi, patofisiolog, diagnosis, dan penanganannya. Agar supaya penanganan
yang tepat dapat diberikan dengan baik dan hal-hal yang buruk yang merugikan
kedua belah pihak dapat diatasi.
B. Saran
Sekiranya para pembaca makalah ini
dapat mengerti tentang apa yang telah dipaparkan penulis khususnya tenaga
bidan, dan mengaplikasikannya.
DAFTAR
PUSTAKA
Winkjosastro, Hanifa, 2006. “Ilmu
kebidanan” Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo: Jakarta.
Chellious.
2011.” Malpresentasi Janin”,http://www.Worpres.com/diakses
tanggal 30
maret 2013.
0 komentar:
Posting Komentar